Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) menggelar kegiatan Workshop Penguatan Kemampuan Manajerial Bisnis bagi pekerja migran purna yang memiliki usaha. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatan pengetahuan dan kemampuan para pelaku PMI purna dalam menjalankan usahanya.
Kegiatan yang berpusat di Hotel Annisa New Beach Lewoleba, 21 Agustus 2025 itu menghadirkan fasilitator dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Lembata, Petrus Payong. Dalam materinya, Payong menyoroti realitas usaha mikro yang digeluti para pelaku usaha yang lamban berkembang menuju ke usaha Makro.
“Ada pelaku usaha yang sudah bertahun-tahun menjalankan usaha namun usaha yang dijalankan tidak pernah berkembang dan beranjak naik ke usaha makro, bahkan ada yang mikro terus dan akhirnya gulung tikar,” ungap Payong disambut tawa para peserta.
Usaha yang lamban berkembang demikian Payong, pasti ada penyebabnya. Karena itu Workshop penguatan kemampuan bisnis menjadi hal yang penting dalam mempelejari manajerial bisnis. Bagaiman kita urus usaha untuk tetap berkembang dan menghasilkan.
“Kalau hari ini kita usaha jualan dengan menyimpan produk dalam toples maka dua atau tiga tahun ke depan jangan masih jualan di toples terus. Pada hal usahanya bagus dan laris tapi karena keuangannya tidak dikelola secara baik, maka kita tetap berjualan dengan toples. Harusnya karena produknya laris maka usaha berkembang. Ini yang diharapkan,” kata Payong.
Beberapa alasan UMKM selalu gagal, demikian Payong disebabkan oleh beberapa hal diantaranya kurang perencanaan yang tepat yang meliputi analisas pasar, strategi pasar, rencana penjualan, perkiraan/proyeksi keuangan yang jauh lebih besar. Kedua, manajemen keuangan yang tidak memadai, penganggaran yang buruk mengakibatkan pengeluaran berlebihan yang melampau omset.
Dalam kegiatan ini, peserta diharapkan untuk dapat mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen di perlukan dalam usaha bisnis atau organisasi bisnis, mengetahui konsep dasar manajemen secara fungsional yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penerapan/pengimplementasian, pengendalian sumber daya dan pengawasan usaha.
Dalam materinya Payong juga menekankan modal utama usaha yakni niat. Bila tidak memeiliki niat maka berapapun banyaknya modal usaha akan sia-sia. Selain itu keyakinan dan keberanian untuk menghadapi resiko yang dapat saja timbul dalam menjalankan usaha. Sementara itu optimisme dan keyakinan akan usaha yang berkembang menjadi modal untuk terus memotifasi dan mendorong untuk melakukan berbagai upaya dalam mencapai kesuksesan usaha.
Direktur Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS), Mansetus Balawala dalam sambutanya mengatakan untuk menjalankan usaha di zaman sekarang memang tidak mudah. Persaingan bisnis semakin ketat di era perkembangan teknologi yang semakin canggih. Akan tetapi, hal ini jangan kemudian menjadikan kita untuk tidak bisa mewujudkan mimpi di masa depan. Karena itu Balawala mengajak peserta yang nota bene adalah para pelaku usaha PMI purna agar tidak khawatir dalam menjalankan usaha.
Balawala kemudian mengangkat kisah perempuan sukses Susi Pudjiastuti untuk menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha yang hadir. Dikatakan Susi Pudjiastuti adalah perempuan hebat yang menjalankan usaha dari nol yang sangat menginspirasi kaum perempuan. Ia sendiri tidak lulus SMA yang mana hanya mengantongi ijazah SMP. Tapi, itu semua bukan hambatan yang berarti bagi Susi untuk meraih impiannya. Beliau bahkan menjual pakaian dan bed cover seusai lulus sekolah. Namun, dengan kecerdikannya melihat potensi wilayahnya sebagai penghasil ikan, Susi memanfaatkan peluang tersebut dan beralih memulai usaha di bidang perikanan dari nol. Dia juga mengalami kendala modal. Untu menjalankan usahanya itu, ibu Susi memiliki modal Rp 750.000,- yang didapat dari hasil menjual perhiasan. Ia kemudian melihat peluang lain yakni, membeli ikan dari pelelangan dan menjualnya di berbagai restoran lokal. Konsistensinya ini membuat ibu Susi semakin maju bahkan mampu merambah pasar ekspor dengan mengirim ikan dan lobster ke berbagai negara, dan kemudian mendorong beliau bisnis maskapai penerbangan.
Kegiatan ini diwarnai dengan sharing pengalaman dari masing-masing pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Rahel dari komunitas BM. Hamahena Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur misalnya, membagi pengalaman soal kesuksesannya menjalankan usaha jualan, dimana setiap keuntungan dari hasil penjualan ditambahkan ke modal usaha untuk membelanjakan barang yang belum ada diwarung miliknya. Begituhalnya dengan Lusia Barek yang mengaku jualan kue dan jualan barang online dapat memenuhi kebutuhan rumah tanngganya.