Saat memfasilitasi FGD tentang kondisi Kesehatan Ibu Anak dengan para petugas kesehatan, PPLKB dan PLKB sekabutaen Flores Timur pada awal Juli 2000, diketahui bahwa banyak ibu dan bayi yang meninggal hanya karena terlambat dirujuk atau petugas kesehatan datang terlambat. Yang menjadi penyebab adalah ketiadaan sarana transportasi, baik transport umum untuk masyarakat maupun untuk petugas kesehatan. Hal ini dapat ditemukan di hampir semua wilayah NTT.
Mengetahui kondisi ini, muncul ide untuk mengembangkan program untuk menanggapi masalah tersebut. Dalam proses pencarian informasi lewat email ditemukan alamat Riders for Health (RfH) UK yang telah mengembangkan program tersebut di beberapa negara di Afrika. Informasi ini kemudian dikonfirmasikan oleh Simon Milward, Millennium Rider. Simon, seorang penggemar sepeda motor bertemu dengan Willy di Kupang bulan September 2000. Saat itu Simon dalam perjalanan keliling dunia untuk mencari dana social yang diperuntukan bagi RfH dan MSF Belanda. Pada kesempatan itu, Willy mengemukakan idenya dan Simon mendukung dengan memberikan alamat contact person RfH UK. Dalam proses komunikasi, RfH juga memberikan dukungan kepada Willy untuk mengikuti pelatihan dan magang Program Manajemen Sarana Transportasi untuk Pelayanan Kesehatan di Harare, Zimbabwe pada bulan Februari 2001. Selain itu dana RfH yang didapat oleh Simon ditransfer untuk YKS.
Bersama beberapa teman, yakni ibu Maria Patty Noach, Dosen Undana, Tony Kleden, Sekretariat Redaksi Harian Umum Pos Kupang dan Leonard Simanjuntak, Direktur Yayasan PIKUL saat itu, melakukan beberapa kali pertemuan yang dimulai pada bulan Nopember 2000 untuk berdiskusi dan sharing pendapat tentang kemungkinan mengembangkan program Manajemen Sarana Transportasi (MST) untuk Pelayanan Kesehatan. Akhirnya kelompok memutuskan untuk membentuk sebuah yayasan yang kemudian diberi nama Yayasan Kesehatan untuk Semua/Health for All (YKS/HfA) sebagai wadah untuk merealisasikan program dimaksud. YKS secara resmi berdiri pada tanggal 4 April 2001.
Dalam diskusi dan sharing ide dengan Simon dan RfH, akhirnya diputuskan untuk mengirim Willy ke Harare, Zimbabwe untuk mengikuti training Transport Resource Management untuk Pelayanan Kesehatan dan exposure pada program yang sedang diimplementasi di sana sebelum mendesign program di NTT. Akhir Januari 2001 Willy berangkat ke Harare dan mengikuti kegiatan selama sebulan.
Sekembalinya dari Harare, Willy melakukan magang administrasi di kantor pusat RfH Inggris. Kegiatan ini lebih ditujukan pada hal-hal yang berkaitan dengan administrasi program dan fundraising. Selain itu juga mendiskusikan tentang bagaimana proses selanjutnya berkaitan dengan upaya pengembangan program di Indonesia.
Setelah mengikuti Pelatihan, Willy melakukan assessment di Kabupaten Flores Timur dan Lembata untuk menjajaki lokasi operasional program serta lembaga-lembaga yang bisa menjadi mitra kerja. Pilihan jatuh pada Daerah Flores Timur yakni Kec. Tanjung Bunga, Adonara Barat, Adonara Tengah serta Kec. Wotan Ulu Mado dan sekarang ditambah lagi dengan Kec. Solor Barat & Lewolema. Sedangkan untuk Lembata masih ditunda karena saat itu pemerintahnya baru dibentuk dan masih membenah diri. Dari hasil asesmen, ditemukan pula bahwa Dinas Kesehatan terutama lewat puskesmas-puskesmas mempunyai kehadiran dan intervensi yang intensive berkaitan dengan pelayanan kesehatan di daerah pedesaan dibandingkan dengan intervensi lembaga-lembaga lainnya . Dengan demikian pilihan jatuh pada Dinas Kesehatan sebagai Mitra Kerja utma YKS.
Upaya lain yang dilakukan adalah membangun jaringan awal terutama dengan perkumpulan-perkumpulan, industri-industri sepeda motor dan para individu penggemar sepeda motor. Akhirnya dengan persetujuan Yamaha Jepang diberikan 12 unit sepeda motor Yamaha 115 dengan harga pabrik untuk implementasi awal program. Jaringan juga dibangun bersama Federasi Industri Sepeda Motor Asia (FAMI). *